Contoh Surat Kuasa Pengambilan Sertifikat di Bank Berikut Ini

Meminjam dana di bank dengan jaminan sertifikat merupakan hal lumrah yang sering dilakukan banyak orang. Tak jarang bank menawarkan berbagai kemudahan jika Anda ingin meminjam dana dengan jaminan sertifikat.

Lalu bagi Anda yang ingin memberikan kuasa kepada orang lain untuk mengambil sertifikat, inilah

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Sertifikat di Bank Berikut Ini

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Sertifikat di Bank

SURAT KUASA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Muhammad Budi Amirul

Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 1, Depok Sleman Yogyakarta

No. KTP : 1234567890

Selanjutnya sebagai “Pemberi Kuasa”

Pemberi Kuasa dengan ini memberikan kuasa kepada:

Nama : Imam Sulaiman

Alamat : Jl. Merpati Indah No. 44, Bantul Yogyakarta

No. KTP : 987654321

Selanjutnya sebagai “Penerima Kuasa”

———————– KHUSUS ————————–

Untuk mengambil Sertifikat Tanah Asli di Bank ABCDE Cabang Kaliurang Kota Yogyakarta atas sebidang tanah dengan atas nama Pemberi Kuasa yang terletak di Sleman Kota Yogyakarta

Selanjutnya, untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa berhak untuk menerima Sertifikat Tanah Asli Pemberi Kuasa, menandatangani bukti penerimaannya, serta melakukan tindakan lain yang dianggap perlu dan patut sehubungan dengan diberikannya kuasa ini.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Sleman, 20 Januari 2020

yang menerima kuasa                                                                                                                    yang memberi kuasa

………………………………….                                                                                                                   …………………………………

Penjelasan Contoh Surat Kuasa

Untuk memudahkan Anda memahami dan membuat surat kuasa pengambilan sertifikat, simak penjelasan dibawah ini!

  1. Perhatikan Bagian Pemberi Kuasa

Pada bagian awal surat menjelaskan tentang data diri lengkap si pemberi kuasa. Jika Anda adalah pemberi kuasa, Anda wajib mengisi data diri dengan lengkap dan sebenar-benarnya. Setelah mengisi data diri, tutup pernyataan dengan “Selanjutnya sebagai “Pemberi Kuasa””.

  1. Perhatikan Bagian Penerima Kuasa

Setelah mengisi data diri pemberi kuasa, selanjutnya adalah mengisikan data diri dari si penerima kuasa. Bagian ini berada persis dibawah informasi mengenai data diri pemberi kuasa. Tak jauh berbeda seperti identitas pemberi kuasa, informasi mengenai identitas penerima kuasa juga harus lengkap dan jelas.

Tutup pernyataan dengan “Selanjutnya sebagai “Penerima Kuasa””. Itu berarti, Anda telah melimpahkan kuasa kepada penerima kuasa untuk dapat mengambil sertifikat yang Anda gadaikan di bank sebagai jaminan. Jangan lupa untuk memilih orang-orang yang benar-benar terpercaya untuk menjadi perwakilan Anda dalam mengambil sertifikat.

  1. Perhatikan Bagian Isi Surat Kuasa

Setelah mengisi lengkap data diri mengenai pemberi serta penerima kuasa, saatnya beralih ke bagian isi. Pada bagian isi Anda harus menjelaskan secara rinci namun tidak berbelit-belit dan jelas. Isi dari surat kuasa meliputi pelimpahan hak kepada penerima kuasa untuk mengambil sertifikat di bank yang telah tercantum di surat kuasa tersebut.

Selain itu Anda juga perlu menjelaskan hak apa saja yang dapat dilakukan oleh penerima kuasa, seperti menerima sertifikat tanah asli milik pemberi kuasa, menandatangani bukti penerimaan, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan pemberian kuasa ini.

  1. Perhatikan Bagian Penutup Surat

Pada bagian penutup surat menyatakan bahwa surat kuasa ini dibuat oleh pemberi kuasa secara sadar dan tanpa adanya paksaan apapun. Lalu jelaskan pula bahwa hak penerima kuasa adalah sebatas yang telah dijelaskan dalam surat kuasa tersebut.

Tak lupa menulis tanggal surat kuasa dibuat, lalu bubuhkan tanda tangan pemberi dan penerima kuasa. Tanda tangan haruslah diatas materai, dan dilakukan di depan notaris sehingga sah dan berlaku secara hukum.

Itulah tadi contoh surat kuasa pengambilan sertifikat di Bank yang dapat Anda jadikan pedoman.